Anjing yang menghabiskan banyak waktu dengan pemiliknya cenderung meniru kebiasaannya. Karena interaksi dengan lingkungan lain terbatas, pemilik menjadi satu-satunya panutan mereka.

Salah satu yang paling mudah terpengaruh adalah pola makan. Anjing bisa mengalami pankreatitis akibat konsumsi makanan berminyak dalam jumlah besar, sering kali karena pemiliknya memberi sisa makanan manusia. Beberapa anjing juga terbiasa makan makanan manusia karena pemiliknya tanpa sadar memberikannya saat mereka menolak makanan khusus anjing. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik atau jarangnya diajak berjalan-jalan dapat menyebabkan obesitas, mencerminkan gaya hidup pemiliknya.

Kenaikan berat badan pada anjing dapat memicu berbagai komplikasi, seperti diabetes, penyakit sendi, jantung, tekanan darah tinggi, dan kesulitan bernapas. Kondisi ini juga berdampak pada hati, ginjal, dan sistem kekebalan tubuh, yang akhirnya menurunkan kesehatannya.

Mengelola berat badan anjing cukup sederhana. Pola makan teratur, asupan kalori seimbang, dan olahraga yang cukup dapat membantu menjaga berat badan ideal. Selain itu, ada standar khusus untuk menilai obesitas pada anjing, sehingga kondisinya dapat dipantau dengan lebih baik.

1. Sangat Kurus - Tulang rusuk, tulang pinggang, dan tulang panggul terlihat jelas tanpa lapisan lemak sama sekali.

2. Berat Badan Rendah - Tulang rusuk mudah diraba, dan lipatan perut terlihat jelas.

3. Berat Badan Ideal - Tulang rusuk dapat diraba tetapi tidak terlihat, dan kontur pinggang tampak jelas.

4. Kelebihan Berat Badan - Ada penumpukan lemak di area perut.

5. Obesitas - Tulang rusuk tidak dapat diraba, kontur pinggang tidak terlihat, dan perut tampak buncit.