Sembelit dapat menyebabkan perut terasa kembung dan tidak nyaman, seolah-olah tertekan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan kulit, menurunkan nafsu makan, dan mengganggu tidur. Masalah ini tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada anjing.

Jika sembelit pada anjing berlangsung lama, rasa sakit yang ditimbulkan bisa semakin parah. Oleh karena itu, segera periksakan anjing ke dokter hewan begitu gejala mulai terlihat agar dapat ditangani dengan tepat.

# Kapan Sembelit pada Anjing Mulai Terjadi?

Pada manusia, tinja mungkin tidak keluar selama beberapa hari. Namun, meskipun tidak buang air besar setiap hari, buang air besar beberapa kali dalam seminggu masih dianggap normal dan bukan sembelit. Namun, kasus pada anjing berbeda.

Biasanya, anjing buang air besar satu hingga tiga kali sehari. Namun, jika anjing Anda tidak buang air besar selama lebih dari dua hari, itu bisa menjadi tanda sembelit. Selain itu, meskipun anjing masih bisa buang air besar, feses yang keras dan berbentuk kecil seperti dadu dapat menjadi gejala awal sembelit.

Jika anjing tidak buang air besar selama lebih dari lima hari, itu merupakan keadaan darurat. Kemungkinan besar usus besarnya sudah penuh dengan feses dan berisiko mengalami penyakit kolorektal. Jika anjing Anda tidak buang air besar selama lebih dari tiga hari, segera bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat

# Jika Mengalami Sembelit, Anjing Akan Kesulitan Buang Air Besar

Saat mengalami sembelit, feses menjadi keras, kering, dan berbentuk bulat. Meskipun anjing terlihat berusaha buang air besar atau perutnya tampak membesar, upaya tersebut sering kali gagal. Selain itu, kehilangan nafsu makan juga merupakan gejala yang umum terjadi.

Dalam kasus yang lebih parah, anjing dapat mengalami sakit perut atau dehidrasi, yang ditandai dengan kulit pucat dan penurunan berat badan.

# Penyebab Sembelit pada Anjing

Sembelit pada anjing dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

1. Stres akibat perubahan lingkungan
Perpindahan rumah, pergantian pemilik, atau kehadiran anggota keluarga baru dapat menyebabkan stres pada anjing, yang berujung pada gangguan pencernaan dan sembelit.

2. Kurang aktivitas fisik
Anjing yang jarang berjalan atau berolahraga, terutama yang hidup di dalam ruangan, lebih rentan mengalami sembelit. Beberapa ras membutuhkan lebih dari sekadar berjalan, mereka juga perlu berlari. Pastikan kebutuhan aktivitasnya terpenuhi.

3. Kurang asupan cairan
Kurangnya cairan dalam tubuh dapat menyebabkan sembelit. Pastikan anjing selalu memiliki akses ke air bersih dan segar.

4. Pola makan tidak seimbang
Makanan berbasis gandum, seperti jagung dan gandum utuh, sulit dicerna oleh anjing. Bahan berkualitas rendah, aditif buatan, atau asupan kalsium berlebih juga bisa memicu sembelit.

5. Trauma terhadap toilet
Pengalaman buruk saat dilatih buang air, seperti sering dimarahi, atau ketidaksukaan terhadap tempat toiletnya, dapat menyebabkan kecemasan dan sembelit.

6. Penyakit tertentu
Jika penyebab di atas tidak ditemukan, sembelit bisa terjadi akibat patah tulang, gangguan saraf, atau efek samping obat. Segera konsultasikan dengan dokter hewan.

# Cara Mengatasi dan Mengelola Sembelit pada Anjing

Untuk mengatasi sembelit, penting untuk memeriksa beberapa faktor penyebabnya, seperti asupan air, pola makan, tingkat stres, dan kemungkinan penyakit. Setelah itu, Anda dapat melakukan penyesuaian yang tepat sesuai dengan kondisi anjing.

Dalam hal pola makan, memberikan makanan dengan kandungan serat tinggi dan kelembapan yang cukup dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan. Serat berperan dalam menyeimbangkan mikroflora usus, yang pada gilirannya membantu melancarkan proses pencernaan. Beberapa bahan makanan yang kaya serat dan baik untuk anjing antara lain oatmeal, lentil, kulit psyllium, biji chia, dan biji rami.