Ada kesalahpahaman bahwa makanan yang baik untuk kesehatan manusia tidak selalu baik untuk anjing. Salah satu anggapan umum yang beredar adalah bahwa anjing yang mengkonsumsi bayam dalam jumlah yang berlebihan dapat mengakibatkan batu ginjal. Namun, jika diberikan dalam jumlah wajar sebagai bagian dari pola makan yang seimbang, bayam seharusnya tidak menimbulkan masalah.
Bayam mengandung asam oksalat, yaitu senyawa yang memberikan rasa sepat.
Asam oksalat berikatan dengan ion kalsium dan membentuk kalsium oksalat. Kalsium oksalat dapat mengiritasi mukosa mulut dan mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh. Jika kalsium oksalat menumpuk di dalam tubuh, batu ginjal dapat terbentuk.
Namun, masalah utamanya adalah jumlah yang dikonsumsi. Studi pada tikus menunjukkan bahwa anjing harus mengkonsumsi bayam dalam jumlah yang setara dengan berat badannya atau lebih agar batu ginjal dapat terbentuk.
Ada juga kontroversi mengenai apakah anjing berisiko mengalami penyakit hati jika mengkonsumsi xylitol.
Xylitol, seperti halnya bayam, tidak masalah bagi tubuh manusia, tetapi pada anjing, xylitol dapat merangsang pankreas untuk mengeluarkan insulin, yang dalam kasus yang parah dapat menyebabkan kerusakan hati. Namun, untuk gejala muncul, seekor anjing dengan berat 25 kg perlu mengkonsumsi 500g xylitol. Jumlah ini sangat sulit untuk diberikan kepada anjing, dan anjing pun kesulitan untuk memakannya. Kandungan xylitol dalam gum pun sangat rendah.
Demikian juga pada sayur selada, selada mengandung xylitol. Akan tetapi seekor anjing perlu memakan 2kg selada untuk menyebabkan kerusakan hati. Jumlah tersebut sangat tidak mungkin dikonsumsi oleh seekor anjing.
Jadi, jika seekor anjjng mengkonsumsi bayam dan selada dalam jumlah kecil maka tidak akan membahayakan kesehatannya.
